Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Kehilangan Gigi pada Lansia Posyandu Ngudi Utomo, Sukoharjo
DOI:
https://doi.org/10.37826/prapanca.v3i1.438Kata Kunci:
pengetahuan, kesehatan rongga mulut, kehilangan gigi, lansiaAbstrak
Latar belakang : Lanjut usia (lansia) merupakan seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih, dan secara fisik terlihat berbeda dengan kelompok umur lainnya. Lansia mengalami penurunan fisik, mental, dan sosial yang berdampak pada kesehatan rongga mulutnya. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh manusia. Tujuan: mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap kehilangan gigi pada lansia posyandu ngudi utomo, sukoharjo. Metode: Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data diambil menggunakan alat ukur berupa kuesioner dan hasil pemeriksaan gigi hilang pada lansia. Hasil: Data yang diperoleh dari penelitian ini diuji dengan Spearman Rank Correlation Test mendapat P-value sebesar 0,44 atau p>0,05, menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap kehilangan gigi pada lansia. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap kehilangan gigi di Posyandu Lansia Ngudi Utomo, kelurahan Sukoharjo.
Referensi
Amran, Y., Kusumawardani, R., Supriyantiningsih, N., 2012. Determinan Asupan Makanan Usia Lanjut. 6(6):255-260.
Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Puskesmas Santun Usia Lanjut. Jakarta: Depkes RI.
BPS. 2021. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jakarta: Badan Pusat Statistik. [Internet]. [diakses 26 Desember 2022]. Tersedia pada: URL:http://www.bps.go.id
Dahlan. 2009. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 2nd Ed. Jakarta: Salemba Medika.
Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta: Depkes RI.
Edelweis Putri Prima. (2018). Interpersonal Communication of Dentist and Patients in Pre and Post Operation of Teeth and Mouth at RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Spektrum Komunikasi, 6(1), 41-47. https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i1.47
Fitri, A.B., Zubaedah, C., Wardani, R., 2017. Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Pondok Pesantren Salafiyah AlMajidiyah. Jked Gi Unpad. 29(2):145-150.
Hermawati, I., 2017. Hubungan Kehilangan Gigi dengan Status Gizi Lansia di PTSW Budi Mulia 03 Margaguna Jakarta Selatan.
Kementerian Kesehatan RI. 2016. Gambaran Kesehatan Lanjut Usia di Indonesia. [Internet]. [diakses 26 Desember 2022]. Tersedia pada: URL:http://www.depkes.go.id
Kementerian Kesehatan RI. 2012. Buku Panduan Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut Kader Posyandu. [Internet]. [diakses 26 Desember 2022]. Tersedia pada: URL:http://depkes.go.id
Notoatmodjo. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.
Pasiga, B. 2002. Dampak Sosial akibat Kondisi Gigi dan Mulut Kelompok Lanjut. Majalah Ilmiah Kedokteran Gigi, Edisi Khusus Foril VII.
Sanjaya, A.A., 2016. Gigi Lansia. Jurnal Skala Husada. 13(1):72:80.
Sijabat, P.S., Hatta, I., sari, G.D., 2020. Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Lansia dengan Status Kebersihan Gigi dan Mulut (Tinjauan pada Panti Sosial Tresna Werdha di Kalimantan Selatan). 4(2): 32-38.
Wawan, A. 2010. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
Hendra, A.W., 2008. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Prabhu, N., Kumar, S.D., Hedge, V., 2009. Partial Edentulous in Rural Population Based on Kennedy’s Classification: an Epidemiological Study. J Prosthodont. 9:18-23.
World Health Organization. 2018. Database on Body Mass Index, [Internet]. [diakses 26 Desember 2022]. Tersedia pada: URL:http//apps.who.int/bmi/index.jsp

