OPTIMALISASI KOMUNIKASI TERAPEUTIK CAREGIVER SEBAGAI PENDAMPING PASIEN ODGJ PASCA PENGOBATAN MEDIS

Penulis

  • devi nadhifah Universitas Trunodjoyo Mdura
  • Sri Wahyuningsih Trunodjoyo University of Madura

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v14i1.1223

Kata Kunci:

Caregiver, Social Support, Therapeutic Communication , ODGJ, Post-Medical Treatment

Abstrak

Perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pengobatan medis memerlukan pendampingan yang optimal, terutama melalui komunikasi terapeutik dan dukungan sosial oleh caregiver. Proses perawatan dilakukan secara berkelanjutan dan memerlukan penanganan secara bertahap serta konsisten. Hal ini karena ODGJ mengalami gangguan pada aspek pikiran, perasaan, dan perilaku yang berdampak pada keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggali optimalisasi komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh caregiver sebagai pendamping pasien ODGJ pasca pengobatan medis. Penelitian dilakukan menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data Stake (1995) melalui empat tahap, Agregasi Kategorikal, Interpretasi Langsung, Korespondensi Pola, dan Generalisasi Natural, untuk memastikan konsistensi hasil analisis, dilanjutkan dengan triangulasi metode, triangulasi sumber dan membercheck. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Geger, kawasan Yayasan Sabilul Rosyad Campor, Kabupaten Bangkalan, dengan pertimbangan bahwa wilayah ini merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah ODGJ yang relatif tinggi, sehingga menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan terhadap pendampingan dan penanganan berkelanjutan pasca pengobatan medis. Penelitian melibatkan tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa caregiver di Kecamatan Geger telah menerapkan komunikasi terapeutik, meskipun masih terbatas pada interaksi sehari-hari tanpa pelatihan formal. Faktor optimalisasi yang mendominasi yakni dukungan instrumental, sehingga diperlukan faktor optimalisasi lain yang akan memberikan dampak lebih besar untuk caregiver dalam menerapkan komunikasi terapeutik. Hambatan utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang perawatan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya psikoedukasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi caregiver guna mendukung pemulihan pasien ODGJ dan mencegah kekambuhan.

Biografi Penulis

Sri Wahyuningsih, Trunodjoyo University of Madura

Perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca pengobatan medis memerlukan pendampingan yang optimal, terutama melalui komunikasi terapeutik dan dukungan sosial oleh caregiver. Proses perawatan dilakukan secara berkelanjutan dan memerlukan penanganan secara bertahap serta konsisten. Hal ini karena ODGJ mengalami gangguan pada aspek pikiran, perasaan, dan perilaku yang berdampak pada keterbatasan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penelitian ini menggali optimalisasi komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh caregiver sebagai pendamping pasien ODGJ pasca pengobatan medis. Penelitian dilakukan menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data Stake (1995) melalui empat tahap, Agregasi Kategorikal, Interpretasi Langsung, Korespondensi Pola, dan Generalisasi Natural, untuk memastikan konsistensi hasil analisis, dilanjutkan dengan triangulasi metode, triangulasi sumber dan membercheck. Lokasi penelitian ditetapkan di Kecamatan Geger, kawasan Yayasan Sabilul Rosyad Campor, Kabupaten Bangkalan, dengan pertimbangan bahwa wilayah ini merupakan salah satu kecamatan dengan jumlah ODGJ yang relatif tinggi, sehingga menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan terhadap pendampingan dan penanganan berkelanjutan pasca pengobatan medis. Penelitian melibatkan tujuh informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa caregiver di Kecamatan Geger telah menerapkan komunikasi terapeutik, meskipun masih terbatas pada interaksi sehari-hari tanpa pelatihan formal. Faktor optimalisasi yang mendominasi yakni dukungan instrumental, sehingga diperlukan faktor optimalisasi lain yang akan memberikan dampak lebih besar untuk caregiver dalam menerapkan komunikasi terapeutik. Hambatan utamanya adalah kurangnya pemahaman tentang perawatan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan pentingnya psikoedukasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi caregiver guna mendukung pemulihan pasien ODGJ dan mencegah kekambuhan.

Referensi

Afandi, A. T., Putri, P., Darmawan, T. C., & Ardiana, A. (2023). Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Dalam Tatanan Manajemen Di Rumah Sakit. Keperawatan Indoesia.

Alwasilah, A. C. (2015). Pokoknya Studi Kasus: Pendekatan Kualitatif. Kiblat Buku Utama.

Amalia, A., & Rahmatika, R. (2020). Peran Dukungan Sosial Bagi Kesejahteraan Psikologis Family Caregiver Orang Dengan Skizofrenia ( Ods ) Rawat Jalan The Role Of Social Support For The Psychological Well-Being Of Family Caregivers Of Outpatients With Schizophrenia. 13(3), 228–238.

Apriliyanti, R., Saptyasari, A., & Puspa S, R. (2021). Komunikasi Terapeutik Perawat Untuk Meningkatkan Konsep Diri Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 158. Https://Doi.Org/10.31315/Jik.V19i2.4687

Ardiansyah, S., Tribakti, I., Suprapto, Y., Febriani, I., Saripah, E., Kuntoadi, G. B., Zakiyah, I. K., Rahayu, M., Putra, E. S., & Kurnia, H. (2023). Kesehatan Mental. Edited By N. Sulung And I. Melisa. Padang: Pt. Global Eksekutif Teknologi.

Daulay, W., Wahyuni, S. E., & Nasution, M. L. (2021). Kualitas Hidup Orang Dengan Gangguan Jiwa: Systematic Review. Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(1), 187. Https://Doi.Org/10.26714/Jkj.9.1.2021.187-196

Dinas Kesehatan Kab. Bangkalan. (2025). Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Berat Mendapat Pelayanan Sesuai Standar Menurut Kecamatan. In Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Https://Doi.Org/October 7,2025

Febrian, R. W., & Wahyuningsih, S. (2025). Komunikasi Terapeutik Integratif Upaya Relaps Prevention Pada Terapi Pasien Odgj. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, Vol. 10(No. 1), Hal. 1-6. Http://Journal.Um-Surabaya.Ac.Id/Index.Php/Jkm

Handayani, A. A. (2022). Family Involvement In Mental Health Recovery : Systemic Barriers And Supportive Strategies For Enhancing Treatment Adherence And Outcomes. 1(2), 57–71. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.61194/Jrkpk.V1i2.656

House, J. S. (1981). Work Stress And Social Support (1st Ed.). Addison-Wesley Publishing Company, 1981. Https://Books.Google.Com/Books/About/Work_Stress_And_Social_Support.Html?Id=Qo2raaaaiaaj

Listyarini, A. D., Dana, T. W., Arsy, G. R., & Hindriyastuti, S. (2023). Dukungan Keluarga Pada Perawatan Pasien Gangguan Jiwa Post Rawat Inap Di Rumah Sakit. The Shine Cahaya Dunia Ners, 8(02), 17. Https://Doi.Org/10.35720/Tscners.V8i02.401

Meiantari, N. N. H., & Herdiyanto, Y. K. (2018). Peran Keluarga Terhadap Manajemen Relapse (Kekambuhan) Pada Orang Dengan Skizofrenia (Ods). Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 317–330.

Nadiyah, A., Mardiyati, I., & Irfani, A. (2023). Peran Kader Sosial Dalam Mendukung Proses Recovery Pada Orang Dengan Gangguan Jiwa Di Lembaga Kesejahteraan Sosial Sungai Ambawang Kuala Kabupaten Kubu Raya. Counseling As Syamil Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 14–24. Https://Doi.Org/10.24260/As-Syamil.V3i1.910

Panggabean, M. (2023). Hambatan Proses Komunikasi Terapeutikperawat Dengan Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Di Rumah Sakit Jiwa Bina Karsa Medan. Https://Repositori.Uma.Ac.Id/Jspui/Handle/123456789/23579%0ahttps://Repositori.Uma.Ac.Id/Jspui/Bitstream/123456789/23579/1/168530109 - Maghdalena Panggabean - Fulltext.Pdf

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2010). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. John Wiley & Sons.

Stake, R. E. (1995). The Art Of Case Study Research (1st Ed.). Sage Publications, Inc.

Stuart, G. W., & Sundeen, S. J. (1998). Principles And Practice Of Psychiatric Nursing (6th Ed.). Mosby.

Sugiyono. (2008). Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.

Sutari, M., Damaiyanti, M., & Fitriani1, D. R. (2025). Hubungan Komunikasi Keluarga Terhadap Kekambuhan Pasien Skizofrenia Di Wilayah Puskesmas Kota Samarinda. Aisyiyah Surakarta Journal Of Nursing, 2, 1–6.

Syukur, S. B., & Asnawati, R. (2021). Komunikasi Terapeutik Perawat Terhadap Tingkat Kecemasan Keluarga Pada Pasien Yang Di Rawat Di Ruang Perawatan Khusus Rsud Mm Dunda Limboto. Zaitun (Jurnal Ilmu Kesehatan), 8(2), 858. Https://Doi.Org/10.31314/Zijk.V8i2.1108

Wahyuningsih, S. (2021). Komunikasi Terapeutik Konsep,Model, Dan Kontinuitas Komunikasi Dalam Psikoedukasi Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa. Intrans Publishing.

Wahyuningsih, S., Hidayat, M. A., Dartiningsih, B. E. K. A., & Lyndon, N. A. (2025). Stakeholder Evacuation Communication Model To Increase The Success Of Families In Handling Pasung Towards Zero Pasung. 41(December), 188–209.

Wahyuningsih, S., Minasdin, M., Ardini, F. N., Putri, S. U. V, Ardiansyach, F. H., Asmarani, L. F., & Afni, S. N. (2023). Psikoedukasi Keluarga Sebagai Caregiver Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Pasca Pasung Desa Tambak Madura. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 2023, 176–185. Http://Journal.Unj.Ac.Id/Unj/Index.Php/Snppm

World Health Organization. (2022). World Mental Health Report: Transforming Mental Health For All. World Health Organization.

Diterbitkan

2026-03-30

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.