Representasi Budaya Batak Dalam Film “Ngeri-Ngeri Sedap” Karya Bene Dion Rajagukguk

Penulis

  • Tasya Aurillia Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya
  • Supriadi Supriadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37826/digicom.v4i2.798

Kata Kunci:

Film Ngeri-Ngeri Sedap, Perubahan budaya, Representasi, Semiotika John Fiske

Abstrak

Film tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat tetapi film juga banyak mengangkat dan menyajikan tentang isu-isu sosial yang berada dimasyarakat. Film menyampaikan realita sosial dan budaya pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkadang dalam sebuah film juga terdapat kritik terkait isu sosial di sekitar masyarakat dan hal tersebut secara tidak langsung menambah pemahaman penonton tentang peristiwa yang terjadi dikehidupan masyarakat. Salah satu film yang mengangkat terkait isu sosial dan budaya adalah film Ngeri-Ngeri Sedap, karya Bene Dion Rajagukguk. Film ini mengangkat kehidupan keluarga Batak yang mengalami disrupsi, atau perubahan nilai nilai budaya. Penelitian ini  mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan menggunakan analisis semiotika John Fiske untuk mengetahui representasi budaya Batak khususnya pada perubahan nilai budaya yang dilakukan oleh Domu, Gabe, dan Sahat menggunakan tiga tataran level, yaitu level realita, representasi, dan ideologi. Hasil benelitian ini juga dibagi menggunakan tiga tataran level, yang pertama pada level realita menunjukkan adanya 17 scene yang menunjukkan pergeseran nilai-nilai budaya, seperti perubahan dalam budaya pernikahan, perubahan aspirasi dalam karir, dan tidak lagi mengikuti budaya yang mengharuskan anak terakhir mengurus orang tuanya, pada level representasi adegan yang penulis teliti banyak menggunakan tekhnik pengambilan gambar medium close up untuk memberi kedalaman emosi serta mimik wajah dalam setiap adegan, agar dapat mendalami setiap adegan dalam film, serta tidak adanya musik untuk memberikan penekanan pada dialog, agar tampat lebih nyata, serta suara alam khususnya suara air atau sungai menunjukkan daerah asal suku Batak Toba, yang tinggal di pesisir danau Toba. Terakhir adalah level ideologi yang menemukan perubahan nilai-nilai budaya Batak ke arah modernisasi, yang mana Gabe, Domu, dan Sahat menganggap budaya tidak lagi sebagai sesuatu yang harus dilakukan, selagi apa yang mereka anggap masih dalam batas wajar, meskipun tidak sesuai adat, mereka akan lakukan, terlebih lagi Domu, Gabe, dan Sahat sudah sedari kecil merantau dan tidak tinggal di daerah asal mereka, tentu saja nilai-nilai budaya dan cara pandang mereka tentang budaya telah bergeser.

Referensi

Banjarnahor, M. D., & Widihastuti, S. (2022). Kewajiban Dilangsungkannya Perkawinan adat bagi perempuan Batak Toba di Naipospos Kota Sorong. Jurnal Kahian Pancasila Dan Kewarganegaraan, 11(No.5), 531–543.

Cicilia, M. (2023). Film “Ngeri-Ngeri Sedap” mewakili Indonesia di Oscar. ANTARA News Makassar. https://makassar.antaranews.com/berita/424293/film-ngeri-ngeri-sedap-mewakili-indonesia-di-oscar

Habibie, D. K. (2018). Dwi Fungsi Media Massa. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 79. https://doi.org/10.14710/interaksi.7.2.79-86

Ihsanuddin. (2019). Jokowi: Tahukah Anda Mengapa Banyak Orang Batak Jadi Pengacara? https://nasional.kompas.com/read/2019/08/01/08531721/jokowi-tahukah-anda-mengapa-banyak-orang-batak-jadi-pengacara

Mulachela, H. (2022). Mengenal 7 Suku Terbesar di Indonesia - Nasional Katadata.co.id. Katadata. https://katadata.co.id/agung/berita/62dfa2580cdef/mengenal-7-suku-terbesar-di-indonesia

Prasetyo. (2019). Analisis Semiotika Film dan Komunikasi. Intrans Publishing.

Purnamasari, B. I. (2023). Fakta Menarik dari Pembuatan Film “NGERI-NGERI SEDAP” yang Berhasil Wakili Indonesia di Piala Oscar 2023. KapanLagi.Com. https://www.kapanlagi.com/showbiz/film/indonesia/fakta-menarik-dari-pembuatan-film-ngeri-ngeri-sedap-yang-berhasil-mewakili-indonesia-di-piala-oscar-2023-bikin-bangga-0a854e.html

Puspita Sari, R., & Suprihatin. (2020). Akulturasi Budaya pada Komunikasi Verbal “Sobat Ambyar.”

Ronda, A. M. (2018). TAFSIR KONTEPORER ILMU KOMUNIKASI Tinjauan Teoretis, Epistemologi, Aksiologi (R. Diana (ed.)). Indigo Media. https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=Xv4kEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=konstruktivisme+merupakan+pandangan+teori+yang+menekankan+bahwa+pengetahuan+tidak+ada+di+luar+konstruksi+sosial+dan+bahasa,+melainkan+dibangun+melalui+interaksi+sosial,+pengalaman

Unduhan

Diterbitkan

2024-04-30

Terbitan

Bagian

Articles