Androgini: Popularitas dan Eksistensi Bagi Remaja di Era Digital

Penulis

  • Asima Sitanggang Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v8i1.73

Kata Kunci:

androgini, popularitas, personal branding, influence, remaja, era digital

Abstrak

Penelitian ini mengangkat isu androgini yang merupakan salah satu klasifikasi individu dengan orientasi peran gender: maskulin, feminin, androgini, dan undifferentiated-berbeda dengan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengungkapan diri androgini di media sosial di mana identitas diri tidak hanya terbatas pada bagaimana seseorang mengungkapkan siapa dirinya, namun bergeser menjadi suatu upaya untuk mem”branding”kan diri, menjadi daya tarik atau daya jual seseorang dan sebagai cara berkomunikasi untuk tetap ada/ eksis/ survive. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian multiliterasi-dari sejumlah buku, jurnal, teks symbol dan berbekal pemikiran kritis dan kolaboratif, menyimpulkan bahwa fashion menjadi bahasa komunikasi androgini dan pengungkapan diri dari sosok yang tidak biasa adalah personal branding yang kuat. Hal itu menjadi pengaruh (influence) bagi orang-orang yang mengikutinya di mana pengaruh tersebut adalah kekuatan politis untuk menerima keberadaan androgini, mengubah pemikiran dan mempengaruhi orang lain-khususnya remaja di era informatika.

Biografi Penulis

Asima Sitanggang, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Fakultas Ilmu Komunikasi

Referensi

Adhiguna, Jovi. 2019. Uncommon Way. Jakarta: Romancious.

Afniar, Aulia. (2019). Representasi Transgender (LGBTQ) dalam Media Massa. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(2), 41-47. https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i2.44

Baron, Robert. (2003). Psikologi Sosial. Edisi 1. Bandung

Basow, S.A. (1992). Gender: Sreotypes and Roles (3rd ed). California: Book Cole Publishing Company.

Bungin, Burhan. (2007). Penelitiam Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Public dan Ilmu Social Lainnya: Jakarta: Kencana

John Fiske. (2004). Cultural dan Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra

Prima, Edelweis Putri. (2019). Interaksi Simbolik Karyawan Homoseksual di Surabaya. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(1), 78-92. https://doi.org/10.37826/spektrum.v7i1.29

Rakhmat, Jalaluddin. (2009). Psikologi Komunikasi. Edisi Revisi, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Schutz, alfred.(1967).“The Phenomenology Of The Social World”. Northwestern: University Press.

Schultz, D, Sidney, E. (1993). Theories Of Personality (5th ed). California: Books Publishing Company.

Sobur, Alex. (2009). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160224_indonesia_bissu_gender)

(http://shujinkouron.blogspot.com/2015/02/kepribadian-androgini.html)

(http://style.tribunnews.com/)

(https://brilistyle.brilio.net)

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-26

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.