Sebuah STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN HYUNDAI PADA BRAND IMAGE KENDARAAN LISTRIK
Analisis Berdasarkan Model Customer-Based Brand Equity (CBBE) di Pasar Otomotif Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v14i1.1231Kata Kunci:
Komunikasi Pemasaran, Citra Merek, Kendaraan Listrik, Ekuitas Merek, HyundaiAbstrak
Pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) telah meningkatkan persaingan di antara produsen otomotif, sehingga komunikasi pemasaran menjadi instrumen strategis dalam membangun brand image yang kuat. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pemasaran Hyundai dalam membangun brand image kendaraan listriknya di Indonesia. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan melalui analisis dokumen dan observasi terhadap materi komunikasi pemasaran, termasuk kampanye digital, publikasi resmi, kegiatan promosi, dan program experiential marketing. Analisis penelitian ini mengacu pada Model Customer-Based Brand Equity (CBBE) dari Keller, dengan fokus pada brand salience, brand performance, brand imagery, brand judgments, brand feelings, dan brand resonance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran terpadu Hyundai secara efektif meningkatkan kesadaran merek dan memposisikan perusahaan sebagai merek kendaraan listrik yang inovatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Konsistensi pesan yang menekankan inovasi teknologi, keberlanjutan, dan mobilitas masa depan secara signifikan membentuk persepsi positif konsumen. Pemanfaatan platform digital yang dipadukan dengan aktivitas experiential marketing, seperti pameran dan test drive, meningkatkan keterlibatan konsumen, kepercayaan, serta keterikatan emosional terhadap merek. Selain itu, Hyundai menunjukkan keunggulan kompetitif melalui positioning keberlanjutan yang jelas, narasi merek berbasis inovasi, serta konsistensi komunikasi di berbagai kanal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi pemasaran Hyundai berperan penting dalam membangun brand image kendaraan listrik dan memperkuat ekuitas merek di pasar otomotif Indonesia. Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap kajian komunikasi pemasaran, khususnya dalam konteks branding produk berbasis keberlanjutan dan inovasi.Referensi
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage.
Firmansyah, A. (2020). Komunikasi pemasaran. Pasuruan: Qiara Media.
Gunawan, A., & Hidayat, R. (2023). Marketing communication strategy and brand positioning in automotive industry. Jurnal Komunikasi Bisnis Indonesia, 8(2), 112–126.
Hermawan, A. (2020). Komunikasi pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Keller, K. L. (2013). Strategic brand management (4th ed.). Pearson.
Kertamukti, R. (2021). Strategi kreatif dalam periklanan. Jakarta: Rajawali Pers.
Kotler, P., Kartajaya, H., & Setiawan, I. (2021). Marketing 5.0. Wiley.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage.
Kusniadji, S. (2017). Strategi komunikasi pemasaran dalam kegiatan pemasaran produk. Jurnal Komunikasi, 8(1), 83–98.
Prasetyo, B., & Sutopo. (2022). Integrated marketing communication and brand image. Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia, 21(2), 145–156.
Rangkuti, F. (2018). The power of brands. Jakarta: Gramedia.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sunyoto, D. (2019). Strategi pemasaran. Yogyakarta: CAPS.
Tjiptono, F., & Diana, A. (2020). Pemasaran. Yogyakarta: Andi.
Wibowo, S. (2023). Marketing communication and brand image development. Jurnal Komunikasi dan Media, 7(1), 45–58.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications. Sage
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Spektrum Komunikasi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














