Eksistensi Televisi Swasta di Era Konvergensi Media
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v9i2.160Kata Kunci:
televisi, konvergensi, new media, media sosial, pandemiAbstrak
Kehadiran new media memang mengancam keberadaan televisi sebagai sarana hiburan dan sumber informasi masyarakat ditambah adanya wabah pandemi. Kecepatan dan teknologi berbeda yang ditawarkan new media membuat masyarakat mulai beralih mengonsumsi new media seperti youtube dan media sosial. Maka dari itu televisi harus berupaya menyesuaikan perkembangan teknologi yang ada agar tidak ditinggal oleh penontonnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui strategi televisi dalam menghadapi era konvergensi media. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dari beberapa artikel dengan cara merangkum berbagai hasil penelitian yang relevan. Hasil dari tulisan ini adalah televisi masih ditonton oleh banyak masyarakat hanya saja pola menontonnya saja yang berubah, tidak lagi bersifat komunal melainkan lebih individu melalui smartphone sehingga yang tampak adalah rating televisi menurun. Maka dari itu televisi menggunakan sejumlah cara agar mampu bersaing dengan new media antara lain, melakukan merger dengan perusahaan media lain, menggunakan media sosial, dan melakukan monetisasi konten yang disambungkan ke platform lain. Dari sini dapat diketahui bahwa televisi tidak akan ditinggalkan oleh penontonnya selama mampu menampilkan konten yang update dan tersebar di berbagai platform sehingga bisa ditonton kapan saja dan dimana saja. Di samping itu televisi memiliki keunggulan adanya regulasi dari pemerintah sehingga tayangan di televisi lebih terkontrol daripada new media.
Referensi
Budi HH, S. (2013). Industri Televisi Swasta Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Politik. Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.24002/jik.v1i1.156
Datubara, B. M., & Irwansyah, I. (2019). Instagram TV: Konvergensi Penyiaran Digital dan Media Sosial. Mediator: Jurnal Komunikasi, 12(2), 251–263. https://doi.org/10.29313/mediator.v12i2.4778
Haqqu, R. (2020). Era Baru Televisi dalam Pandangan Konvergensi Media. Rekam, 16(1), 15–20. https://doi.org/10.24821/rekam.v16i1.3721
Nainggolan, B. (2018). Dinamika Konsentrasi Pasar Industri Pertelevisian Nasional. Jurnal ASPIKOM, 3(4), 767. https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i4.242
Permana, R. S. M., Abdullah, A., & Mahameruaji, J. N. (2019). Budaya Menonton Televisi di Indonesia: Dari Terrestrial Hingga Digital. ProTVF, 3(1), 53. https://doi.org/10.24198/ptvf.v3i1.21220
Permana, R. S. M., & Mahameruaji, J. N. (2019). Strategi Pemanfaatan Media Baru Net. Tv. Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, 23(1), 21. https://doi.org/10.31445/jskm.2019.1770
Poti, J. (2019). Ekonomi Politik , Media Dan Ruang Publik. Semiotika, 13(2), 200–206.
Siswanto, S. (2012). Systematic Review Sebagai Metode Penelitian Untuk Mensintesis Hasil-Hasil Penelitian (Sebuah Pengantar). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13(4). https://doi.org/10.22435/bpsk.v13i4
Tika Yulianti. (2020). Eksistensi Media Massa Konvensional Di Tengah Terpaan Media Baru (New Media). Jurnal Kajian Dan Terapan Media, 1(1), 1–10.
Yoedtadi, M. G. (2019). Tv Sosial: Televisi dan Media Sosial. Konferensi Nasional Komunikasi Humanis, November 2019, 2.
Zamroni, M. (2021). Dampak konvergensi media terhadap pola menonton televisi indonesia di era digital. Jurnal Kajian Media, 5(1), 50–59.
Surat Kabar Online
Redaksi Remotivi. (2015, Desember
28). Media cetak yang berhenti
terbit tahun 2015. Diakses dari
https://www.remotivi.or.id/kabar/247/media-cetak-yang-berhenti-terbit-tahun-2015-
Rinaldi Mohammad. (2021, Maret 12). Hary Tanoesoedibjo Target Pendapatan MNC Group dari Digital Konten Imbangi Iklan TV. Diakses dari
https://market.bisnis.com/read/20210312/192/1366701/hary-tanoesoedibjo-target-pendapatan-mnc-group-dari-digital-konten-imbangi-iklan-tv.
Roy Franedya. (2019, Mei 31). Resmi! Pemilik SCTV Akuisisi Video.com & Kapanlagi dari EMTK. Diakses dari https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190531180750-37 76240/resmi-pemilik-sctv-akuisisi-vidiocom-kapanlagi-dari-emtek














