Ketamakan dalam Film "Parasite"
DOI:
https://doi.org/10.37826/spektrum.v8i1.60Kata Kunci:
Film, Representasi, Tamak, Analisa Visual, ParasiteAbstrak
Penelitian ini mengupas tentang pesan moral yang berhubungan dengan ketamakan dalam film Parasite. Karya seni berbahasa Korea Selatan ini dipilih karena merupakan film terbaik di dunia versi Academy Awards atau Oscar 2020. Pada 2019 lalu, garapan Bong Joon-Ho ini meraih Palme d’Or dalam Festival Film Cannes ke-72. Sekaligus mendapat apresiasi berupa delapan menit standing ovation dari hadirin. Pada Januari 2020, karya yang berjudul asli Gisaengchung ini memenangkan Best Foreign Language Film di Golden Globe Awards dan Cast in a Motion Picture di Screen Actors Guild Award. Tak hanya itu, rekam jejak film ini menjadi lebih menarik karena meraih Best Film Not in the English Language dalam British Academy of Film and Television Arts 2020, beserta sederet penghargaan di ajang internasional lainnya. Sejumlah artikel membahas tentang aspek kesenjangan sosial yang ditunjukkan di film ini. Padahal, sebagai sebuah karya seni, pesan moral dalam sebuah produk sinematik bisa beragam dan dapat ditelaah dari beragam sudut pandang. Riset ini bersandar pada teori representasi yang merujuk pada konsep tamak dalam perspektif Islam dan Kristen, seperti tertera pada tafsir di kitab suci Al-Qur’an dan Injil. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis visual pada lingkup the site of image itself. Hasil dari penelitian ini, ketamakan tergambar pada sikap dari satu keluarga miskin yang memiliki peran utama dalam film Parasite.
Referensi
Afniar, Aulia. (2019). Representasi Transgender (LGBTQ) dalam Media Massa. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7 (2), 41-47.
Ahmad Zamzamy. (2019). Wacana Pertobatan Muslim Indonesia Di Media Digital. Jurnal Spektrum Komunikasi, 7(2), 64-72.
Bogdan, Robert & Steven J. Taylor. Introduction to Qualitative Research Methods 3rd Edition. New Jersey: Wiley.
Djauhari, Moch & Aulia Afniar. (2018). Medium Komunikasi Pariwisata Melalui Film Animasi: (Studi Kasus Analisa Isi Film Coco). Jurnal Spektrum Komunikasi, 6 (2), 59-66.
Hall, Stuart. (1997). Representation: Cultural Representatuons and Sygnifying Practices. London: Sage Publications Ltd
Ida, Rachma. (2011). Metode Penelitian Kajian Media dan Budaya. Surabaya: AUP
McQuail, Denis. (1987). Mass Communication Theory. London: Sage Publication
Pratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka
Putri, I. W. (2013). Representasi Perempuan Muslim Indonesia Analisis Representasi Dalam Tiga Film Religi (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Rachman, R. F. (2015). Spirituality through the Images of Nature in November Day at Mc Clures. NOBEL: Journal of Literature and Language Teaching, 6(1), 1-8,
Rachman, R. F. (2015b). Representasi Muslim Dalam Film-Film Produksi Hollywood (Analisis Dua Film Kathryn Bigelow: The Hurt Locker Dan Zero Dark Thirty), (Master Thesis, Universitas Airlangga).
Rachman, R. F. (2016). Representasi Islam Di Film Amerika Serikat. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 2 (2), 1-12
Rachman, R. F. (2016b). Representasi Diskriminasi Etnis Tionghoa Dalam Film Babi Buta Yang Ingin Terbang. KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 179-188.
Rachman, Rio Febriannur. (2018). Dakwah Intraktif Kultural Emha Ainun Nadjib. Jurnal Spektrum Komunikasi, 6(2), 1-9.
Rose, Gillian. (2001). Visual Methodologies: An Introduction to the Interpretation of Visual Materials. London: Sage Publication
Sobur, Alex. (2006). Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.














