REPRESENTASI BUDAYA JAWA DI ERA MODERN PADA FILM LOSMEN BU BROTO

Penulis

  • Tiara Nabila Nugraha Putri Ciputra University Surabaya
  • Bernard Realino Danu Kritstianto Ciputra University Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.37826/spektrum.v13i1.699

Kata Kunci:

Film, Javanese Culture, Analysis of Semiotics John Fiske, Quasi-qualitative

Abstrak

REPRESENTASI BUDAYA JAWA DI ERA MODERN PADA FILM LOSMEN BU BROTO

 

Pada dinamika modern, budaya mengalami transformasi yang signifikan akibat pengaruh globalisasi dan teknologi. Budaya Jawa sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang mengalami tantangan dalam mempertahankan identitas di tengah arus globalisasi. Film sebagai media yang memiliki daya jangkau yang luas dan mendalam, memiliki potensi untuk merefleksikan budaya serta membentuk persepsi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk bagaimana budaya Jawa direpresentasikan dalam karya seni kontemporer seperti film “Losmen Bu Broto” menjadi penting untuk dipelajari. Film “Losmen Bu Broto” merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 2021. Film ini menceritakan keluarga jawa yang memiliki sebuah penginapan yang diberi nama Losmen Bu Broto. Keseharian keluarga Broto dalam menjalankan bisnisnya terdapat permasalahan-permasalahan yang terjadi sehingga membuat perselisihan. Dalam film ini ditunjukkan simbol budaya yang selaras dengan kehidupan modern. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuasi-kualitatif dengan metode penelitian semiotika milik John Fiske. Semiotika merupakan metode yang mempelajari sebuah tanda yang dianalisis dengan model Fiske yakni menggunakan 3 level yakni realitas, representasi, dan ideologi. Peneliti menggunakan jenis penelitian kuasi-kualitatif untuk menjelaskan secara intensif dan rinci mengenai gejala dan fenomena sosial yang dipilih oleh peneliti yaitu bagaimana budaya jawa beradaptasi di era modern melalui tanda-tanda dalam film. 

 

Referensi

Alamsyah, M. B., Rahmadi, S., & Wahyudi, M. A. (2022). KONSEPSI MANUSIA DALAM PANDANGAN MASYARAKAT JAWA (Studi Pemikiran Ki Ageng Suryomentaram). Jurnal Aqidah-Ta, VIII(1).

Bungin, B. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Depok: PT Raja Grafindo.

Chaniago, P. (2019). REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM SURAU DAN SILEK (ANALISIS SEMIOTIK FERDINAND DE SAUSSURE). Journal of Islamic Education Policy, 4(2).

Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., … Istiqomah, R. R. (2020). METODE PENELITIAN KUALITATIF & KUANTITATIF. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group.

Irawanto, B. (2017). Film, Ideologi, dan Militer. Yogyakarta: Media Pressindo.

Kristianto, B. R. D., & Goenawan, A. O. (2021). ANALISIS STRUKTUR NARATIF TIGA BABAK FILM STORY OF KALE. KOMUNIKOLOGI:Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi Dan Sosial, 5(2).

Moelong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (Vol. 36). PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Nugroho, K. S. S. (2021). MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO Nilai-Nilai Prinsip Hidup Orang Jawa. Klaten: Penerbit Lakeisha.

Prasetya, A. B. (2019). Analisis Semiotika Film dan Komunikasi. Intrans Publishing.

Santosa, I. B. (2010). Nguri-uri Paribasan Jawi. Klaten: Intan Pariwara.

Sigit, F., Mardiono, B., & Adiel, Y. (2014). PERANCANGAN CERGAM “JER BASUKI MAWA BEYA” UNTUK ANAK USIA 9-12 TAHUN. Jurnal DKV Adiwarna, 1(4).

Sugiyono, P. D. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sumardjoko, B., & Subowo, A. (2022). The Implementation of Javanese Local Wisdom Values as Strengthening the Practice of Pancasila. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 7(1).

Times Indonesia. (2021). Deretan 7 Film Indonesia dengan Penonton Terbanyak Sepanjang 2021. Times Indonesia.

Vera, N. (2014). Semiotika dalam Riset Komunikasi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Wahana News. (2021). Menparekraf: Film “Losmen Bu Broto” Promosikan Pariwisata Indonesia. Wahana News.

Wahyuni, A. (2021). Pendidikan Karakter. Sidoarjo: UMSIDA Press.

Diterbitkan

2025-03-24

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.